Ety pulangggg...., yah setelah beberapa bulan 'disekolahin', akhirnya ety pulang juga, walau hanya untuk sejenak. Sebelumnya sempet bete waktu denger kabar mbak riris hampir batal pulang gara-gara bank cuma libur 2 hari, brarti aku lebaran tanpa ety kan (hehe, bukan jahat lebih ngarepin mobil dateng daripada kakak sendiri, enggak lah, sama-sama).
Ety sampe di rumah jam 7 malem lewat, berangkat dari tulung agung abis subuh, telat, selain macet, juga karena mbak riris mabok, dan leisya jadi ikut-ikutan mabok, dewh, like mother like daughter.
Waktu dateng, leisya tidur dengan manisnya di jok depan, duh, ngegemesin banget sih ni anak, pengen nyubit!!, bantu-bantu turunin barang di bagasi belakang, liat ada boks subwoofer, wow.....
Aku nanya "leisya tidur dari kapan?", eh dijawab ama emaknya "itu pasang audio barunya baru kemaren sebelum berangkat, blom dipasang semua, ntar abis lebaran mo dibenerin"..
dong dong!! aku nanya apa sih?? dengernya mungkin, "sejak kapan diganti tape-nya", wewwwwwww.....
brati ntar ety mo dibawa lagi dong klo jawabnya gitu, hiks hiks...
ya udahlah, ikhlas aja...
tapi seneng bisa liat ety lagi, gagah..., oh, I miss u so...
Senin, September 29, 2008
ety pulang...
good bye
Pernah gak, kamu merasakan, kamu benar-benar menyayangi seseorang, tetapi dia gak membalas perasaanmu? apa yang saat itu kamu lakukan? berusaha agar dia membalas perasaanmu? oke, tapi saat itupun tidak berhasil, atau saat dia telah bersama orang lain, adakah yang terlintas di pikiranmu,
"Oh Tuhan, buatlah dia, suatu saat datang padaku, buatlah dia berakhir padaku", itukah?
Tapi pernahkah kamu berpikir, andai Tuhan mengabulkannya, itu berarti dia juga harus merasakan sakit terlebih dulu dengan orang lain (sebelum datang padamu)?. Itukah yang kamu inginkan? dia harus merasakan sakit demi berikutnya datang padamu?
Tapi aku enggak, well, gak munafik aku berharap suatu saat dia datang padaku, tapi demi berpikir seperti tadi, "oh tidak, aku gak mau dia harus merasakan sakit itu".
Merasa berpikiran jahat karenanya.
Hari-hari ini, saat yang berat, saat mencoba mengikhlaskan dirinya, terkadang merasa sedih, kecewa, beranggapan semua yang sudah dilakukan
sia-sia, semua perasaan sayang ini... . Aku sayang dia, cukup dia tahu, dan sudah..., aku tulus
menyayangi dia, selalu berdoa dari hati yang terdalam, aku ingin dia berbahagia disana, sekalipun bukan dengan ku...
Aku rasa sudah cukup apa yang aku lakukan untuk menunjukkan betapa dia berarti buat aku,
Aku rela berbuat apapun demi dia, tapi tidak kalau hanya untuk memaksakan perasaan ini,
Aku mundur bukan karena dia tidak layak diperjuangkan, tapi aku mundur karena dia berhak
untuk memilih membagi hatinya tidak denganku...
Aku bersyukur karena Tuhan memberikan kesempatan padaku untuk merasakan perasaan sayang
seperti ini
I love you baby...,
bye cantik...